Sabtu, 01 September 2012

Celengan Koin


Berdasarkan prinsip bahwa “Tidak ada sejuta tanpa seratus rupiah”, maka sejak beberapa bulan yang lalu gw telah mengumpulkan koin 100, 200, 500 dan 1000 rupiah. Sedangkan tempat penyimpanannya adalah sebuah celengan kaleng yang dibeli di Carrefour (dengan gambar Donald Bebek :3).

Koin-koin rupiah atau recehan memang dipandang sebelah mata oleh orang Indonesia, bahkan tidak dipandang sama sekali. Ini mungkin karena nilai logam 100 rupiah yang memang terlalu kecil. Banyak yang tidak mau memilih cara pembayaran dengan koin apalagi yang recehan  seratus rupiah.Ada yang menolak, ada yang memilih untuk tidak menerima kembalian , ada yang meminta, terkadang memaksa, bahkan terkadang mengancam untuk menghajar bila kembalian yang diberikan merupakan recehan. (Untuk yang terakhir gw lihat sendiri di kantin kantor gw... Parah =.=')

Sedangkan untuk diri gw sendiri, gw melihat bahwa tempat kostan, kamar dan laci gw penuh berserakan dengan koin-koin. Banyak yang hanya mengendap, banyak yang akhirnya jatuh ke lantai di sapu, dan sedikit yang dipakai kembali sesuai fungsi mereka- pada umumnya hanya koin yang 500 dan 1000, yang 100 atau 200 biasanya dilupakan. 

Singkat cerita sudah beberapa bulan gw mengumpulkan koin receh dan kemarin malam gw mengambil bukaan kaleng dan merobek celengan. Yang gw temukan adalah sebagai berikut:

Rp. 100              x 107 = Rp. 10.700,-
Rp. 200              x 86   = Rp. 17.500,-
Rp. 500 (kuning) x 27   = RP. 13.500,-  
Rp. 500 (Abu2)  x 164 = Rp. 82.000,-
Rp. 1000 (lama) x        = Rp. 1000,-
RP. 1000 (baru) x 31 = Rp. 31.000,-

Jadi total semuanya adalah Rp. 155.400,- Not bad, Not bad indeed. 

Untungnya, ada Bos Cendol yang bersedia menampung koin2 yang ada. Tentu dengan ditukarkan menjadi uang kertas :D

Overall, I'm happy with the result and likely to do it again. Off to buy new celengan ;)








Celengan yang telah dibuka. Kaya kaleng sarden :D

Tidak ada komentar: